Tampilkan postingan dengan label Dunia Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Anak. Tampilkan semua postingan

Rabu, November 02, 2011

Mengajarkan Cara Anak Belajar, BUKAN Menyuruh Belajar

Sudah menjadi hal yang lazim apabila mendekati ujian sekolah baik UTS, UAS dan UKK banyak orang tua yang senewen, bahkan anak-anaknya pun kadang banyak yang stress hingga jatuh sakit (mendadak) yang akhirnya sang anak malah tidak ikut ujian karena tidak bisa hadir.

Menilik dari kejadian-kejadian tersebut, ternyata sekarang ini banyak orang tua yang berorientasi pada hasil, bukan pada proses. Walaupun banyak yang memperhatikan proses belajar, namun kadang-kadang proses tersebut adalah sesuatu yang ‘dipaksakan’.

Anak-anak kita adalah bersih, suci, kosong ketika lahir. Kitalah yang membentuk mereka. Kitalah yang memprosesnya agar berhasil. Ketika mereka belajar di sekolah, mereka mengikuti apa yang diajarkan oleh bapak ibu guru di kelas. Lalu bagaimana ketika mereka pulang sekolah? Apakah mereka tahu cara mengulang atau mengevaluasi pelajaran-pelajaran tadi? Tentu tidak, atau susah bukan?

Nah, sebaiknyalah, kita sebagai orang tua mengajarkan kepada anak kita BAGAIMANA CARA BELAJAR YANG EFEKTIF sejak pertama kali mereka masuk sekolah dasar, agar kedepannya nanti, belajar adalah sesuatu hal yang mudah, menyenangkan dan bukan beban.

Lalu apa saja yang harus diperhatikan ketika membimbing anak-anak belajar?

1. Logis

Bahwa apapun yang anak-anak pelajari itu harus bisa dicerna secara logis (masuk akal) oleh mereka. Apakah itu matematika, IPS, IPA, Kewarganegaraan atau lain-lain. Jangan mengharapkan mereka untuk menghafal apabila mereka belum mengerti logika apa yang mereka hapalkan. Itu hanya akan membebani otak mereka. Teruslah berusaha menjelaskan kepada mereka logika pelajaran yang sedang mereka pelajari itu. Gunakanlah bahasa anak-anak yang mudah dicerna. Ingatlah, apabila mereka belum mendapat logika dari suatu pelajaran, sudah dapat dipastikan, berulang kali belajarpun tetap akan sulit bagi mereka.

2. Skematik

Buku pelajaran saat ini tebal-tebal, kadang-kadang hal ini membuat saya merinding. Mungkinkah anak saya berjam-jam hanya untuk menghapal 5 topik saja? Konyol sekali rasanya. Lalu bagaimana solusinya? Mudah, pelajarilah MIND MAPPING. Untuk yang belum tahu apa itu mind mapping, coba cari bukunya di Gramedia atau silakan browsing di internet. Intinya, mind mapping ini adalah suatu cara untuk mengajarkan anak-anak membuat konklusi atas apa yang mereka pelajari secara sistematik dalam bentuk peta bergambar seperti jaringan otak. Setiap topik bahasan akan digambarkan kedalam beberapa cabang secara sistematik. Persis seperti neuron (inti otak) dan sinapsnya. Apa kelebihannya? Selesai belajar anak tidak akan perlu membuka-buka lagi buku diktatnya, tetapi cukup melihatnya dalam semenit/dua menit. Tepat, akurat dan efektif!

3. Repetisi atau pengulangan

Baru-baru ini penulis menonton acara di National Geographic Channel mengenai kehebatan Otak Manusia. Di akhir acara dibuktikan bahwa orang-orang yang cerdas memanfaatkan otaknya untuk ‘melihat’ bukan ‘memperhatikan’.

Sudah bukan menjadi rahasia umum, bahwa sesuatu yang diulang-ulang (dilihat) itu akan mudah diingat. Maka ini berarti, ajarkanlah anak-anak belajar setiap hari!…. ya, setiap hari!…. Percayalah, dengan bantuan mind map yang setiap hari dibuka sebelum pelajaran hari esok dimulai, maka saat ujian, anak dapat dikatakan tidak perlu belajar keras. Mereka cukup mengulang dan mengkajinya saja.

Bahkan, waktu saya kuliah, saya tempel mind map saya di samping tempat tidur!… tiap sebelum tidur saya lihat (baca: bukan saya hapal), dan subhanallah, gambaran pelajaran itu otomatis nempel di otak…. Itulah hebatnya otak kita…

131950674596714107

4. Latihan

Apa-apa yang sudah dipelajari tidak akan terbukti apabila belum dicoba. Oleh karena itu rajin-rajinlah kita sebagai orang tua membekali mereka dengan bermacam-macam buku atau soal latihan. Biasakanlah mereka mengerjakan soal - soal latihan, agar ujian bagi mereka hanyalah suatu pengulangan

5. Terakhir yang sangat penting adalah, kompensasi

Bersikaplah rasional dalam membimbing anak belajar. JANGAN KAKU. Beri kelonggaran waktu bagi mereka, bagi waktu main, ibadah dan belajar secara seimbang. Apabila telah belajar, berilah reward dengan boleh mengerjakan apapun kesukaan mereka. Dengan begitu mereka dapat belajar tanggung jawab dan kita tidak melupakan jati diri mereka, bahwa mereka adalah ANAK-ANAK.

Minggu, Desember 26, 2010

Menjaga Kepercayaan Anak kepada Orang Tua...

Pertengahan tahun ajaran ini kami sekeluarga terpaksa pindah ke Bekasi...
Mau tidak mau anak2pun harus pindah sekolah di lokasi sekitar rumah....

Kakak Fara yang telah duduk di kelas 2 SD tidak mengalami kesulitan berarti di hari2 pertamanya di sekolah baru...
Ia cukup diantarkan sampai depan kelas kemudian ditinggal sampai jam menjemput tiba...

Tapi tidak begitu halnya dengan si kecil De Fira yang masih di TK kelas/kelompok B...

Di sekolahnya yang baru ini Fira harus berhadapan dengan murid laki2 yang berjumlah dua kali lipat dibandingkan murid perempuan.
Hari pertama sekolahpun de Fira langsung mendapatkan hadiah lemparan bola ke kepalanya!
Efeknya... dia tidak mau ditinggal di sekolah!

Hari pertama kedua ketiga hingga kelima, aku harus menungguinya di teras sekolahan....

"Bunda Tunggu di sini (sambil nunjuk tiang)!" begitu selalu pesannya ketika jam sekolah akan dimulai.

Ampuuuun deh... badan pegel capek tidak kepalang...duduk bersandarkan tiang dari jam 7 hingga jam 12 siang.... Aku harus pintar2 membunuh waktu, Hari ini bawa buku, besok bawa majalah, besoknya lagi bawa laptop!..

==========

Setelah hampir berjalan dua minggu tanpa perubahan berarti, aku harus pergi ke Jamsostek di Daan Mogot, yang berarti meninggalkan Fira tidak ditunggui di sekolah.

Sejak pagi aku sudah berusaha bujuk dede agar mau ditinggal.... tapi dia ngambek dan kekeh aku harus nungguin di tiang keramat itu (hehehehe...)

Lalu seorang ibu menyarankan "Kalau saya bu tegaan.... tinggalin saja.... nanti juga terbiasa!"
Yang lainnya bilang "Bilang aza bu mau ke warung sebentar.... ntar dia tidak sadar kalau ditinggal"
Yang lainnya lagi berujar "Kabur aza bu kalau Fira tidak lihat!"

Terus terang aku ragu dan langsung menjawab:
"Tidak bisa bu, saya tidak biasa bohong ke anak, nanti kepercayaan Fira hilang"

Lalu untuk saran ibu yang lainnya saya menjawab:
"Saya tidak mungkin kabur bu, kami kan selalu berpamitan dan mengucapkan salam ketika berpisah!"

Jawaban2 itu spontan dan lancar keluar dari lisanku...
Mengapa???

yah, karena terus terang, sejak anak anak dini, untuk alasan apapun kami selalu berusaha TIDAK BOHONG kepada mereka.....

Mengapa harus bohong? Bukankah bohong menghilangkan kepercayaan seseorang?
Yakinlah pasti ada cara lain yang lebih bagus dan mendidik dibandingkan kehilangan kepercayaan seorang anak kepada orang tuanya....

Kalau kami perhatikan, banyak dari kita yang ingin segera lepas dari beban beban seperti ini...
Caranya? ya berbohong itu...
Mereka berpikir "Ntar juga lupa!"...........

Tapi sebenarnya kita-lah yang LUPA....
Kita lupa bahwa kita telah melukai perasaan mereka
Kita lupa kita telah merenggut kepercayaan mereka...

Percayalah.... hubungan yang paling indah itu adalah adanya rasa saling percaya...
dan kepercayaan itu berat untuk dipertahankan....

So frens, dengan berjalannya waktu, akhirnya alhamdulillah kami menemukan cara yang lebih baik dibandingkan dengan mengorbankan kepercayaan anak.

caranya, aku tidak mengantarkan Fira ke sekolah, tetapi ayahnyalah yang mengantarkannya ....
karena kepada ayahnya, ia tidak terlalu manja, sehingga ayahnya dapat dengan mudah meninggalkannya ketika lonceng sekolah berbunyi...

======

Alhamdulillah.... satu lagi hikmah telah kami peroleh...
bahwa beratnya masa2 menungguinya disekolah tidak sebanding dengan rasa percayanya yang tetap melekat pada kami orang tuanya.............

Kamis, April 29, 2010

Masuk Surga Bareng Kak!


Suatu malam Kak Fara dan Dek Fira ngobrol :

Fara bilang "De kalau aku dah kelas 3 SD kamu kan masih kelas 1!"

"Aku dah kelas 6 SD kamu baru kelas 4".

"Aku SMP, kamu masih SD".

"Aku SMA, kamu baru SMP".

"Aku kuliah, kamu baru SMA".

"Aku dah kerja, kamu masih kuliah".

"Aku MATI, kamu baru kerja".

"Kamu mati, aku masuk SURGA!"

Dedek : "Duh kak, Aku mau masuk surga juga, BARENG!"

Kakak: "Nda bisa! Kamu kan matinya BELAKANGAN!"

Dedek: ?????? (Meringis bingung doang)

Jumat, Oktober 31, 2008

Mogok Sekolah

Beberapa minggu terakhir ini kami dipusingkan oleh ulah si kecil yang mogok sekolah...

Wah kami ampe pusing 7 keliling membujuknya.... hadiah ditawarkan..TIDAK MAU...diajak pergi jalan-jalan..TIDAK MAU...
Pokoknya..apa-apa dia MAU...asal jangan suruh ke sekolah!

Begini nih ceritanya....

Liburan cuti bersama yang cukup panjang itu ternyata berdampak secara psikologis terhadap Fira...
Kedekatan kami berempat (Ayah-Bunda-Fara-Fira) begitu kental dalam benaknya...
Memang jelas sekali kebahagian yang terpancar diwajahnya... tiada hari tanpa ayah dan bunda..."Horeeee! " teriaknya sambil mengangkat kedua tangannya....

Di hari-hari terakhir sebelum masuk sekolah, ayahnya sempat berkata dan kuatir, "anak-anak mungkin akan segan kembali ke sekolah... "

Benar saja, di sekolah setiap hari dede Fira hanya mau belajar sama kakaknya di kelas sang kakak....

Awal-awal bu gurunya Fara masih mengijinkan... tetapi setelah beberapa kali, Fira mulai ditahan untuk tidak ke kelas kakaknya....
Apa yang terjadi? Dia nangiiis sampai muntah....!

Nah..mulai deh babak mogok sekolahnya...

Setiap ditanya untuk ke sekolah, jawabnya selalu "takut muntah"..(hm....kadang-kadang aku berpikir,... jangan-jangan ini anak kayaknya sengaja membuat muntahnya sebagai tameng biar tidak sekolah)...
Tapi ternyata aku salah...dia emang benar-benar mogok sekolah.

Rabu dede tidak sekolah

Jum'at juga belum mau sekolah.

Senin,
dicoba paksa ke sekolah, dede malah nangis, ngambek dan muntah lagi...nggak mau sekolah.

Tapi ajaib, setelah dibujuk oleh uwaknya... dia mau juga berangkat sekolah.. Alhamdulillah..

Ternyata uwaknya mengiming2i kalau nanti ayah dan bunda beli kue kalau dede ke sekolah...

But Frens, tapi ternyata masalah belum selesai...
Di sekolah dia betah banget ngendon di kelas kakaknya, sampai guru kak Fara akhirnya mulai terganggu...

Nah begitu pula hari Rabu berikutnya.... (Duuh...aku mulai bingung juga ngadapinnya ya)...

Tadi malam sebelum jumat besok sekolah, aku coba bicara dan bujuk dede untuk belajar di kelasnya bersama teman-temannya...
Hasil bincangku berakhir gagal total... yang terjadi dede nangis tersedu sedan sambil berusaha nempel ke aku.

Dengan sedikit sedih kusuruh dede ke kamar sendiri..supaya dia mengerti bahwa besok harus belajar di kelasnya! Hm...sedih juga sih ngelihatnya tersedu sedan di tempat tidur sambil memeluk guling....

Yah...tapi bukan Fira namanya kalau tidak langsung ceria!

Sepulang Ayahnya dari sholat Isya di Mesjid, dia mulai nempel kembali ke kami di meja makan...

Nah ini dia saatnya kupikir untuk berbicara dan membujuk lagi Fira dengan nada riang.

Aku bilang : "Siapa yang mau balon Barbie????"

Fira sambil mengangkat telunjuk : "Akuuuuuu!!"

Bunda : "OK, tapi besok dapatnya setelah dede belajar di kelas dede ya?"

Fira : "Iyaaaaa....ama kakak!"

Bunda & Ayah : Bengong...

Ayah : "Iya tapi setelah belajar ama teman-teman dede ya"

Fira : Diam dan nunduk

Bunda : "Siapa yang mau balon???"

Fira : "Akuuuu"

Bunda : "Belajar di kelas dede sendiri ya.."

Fira : "Iya...." (tapi tidak semangat)

Bunda : "Teman dede siapa aza sih...?"

Fira : "Sophi, Zamzam, Mirdan, Aulia...." (dengan semangat)
=======
Hm.... sepertinya ok-ok saja ya....

Nah keesokan harinya, sesuai pesan gurunya, aku sudah titipkan sticker Ben Ten kesukaan dede...
Ini katanya buat hadiah surprise pemicu dede biar mau belajar di kelas...

====

Jam 2 siang, ketika aku telpon ke rumah...Dede dengan bangganya bercerita kalau dia sekarang tidak ke kelas kakak dan tidak nangis!... Alhamdulillah...

Dia juga bercerita senang sekali dapat hadiah sticker Ben Ten dari bu Guru..... :)

Dan tambah senang lagi ketika aku katakan kalau nanti sore Dede mendapatkan hadiah balon...

"Asyiiik, balon barbie ya Bunda..."

"Iya..."

"Dua ya buat Sofi...."...

Hm..rupanya dia sudah ingat dan kangen bermain kembali bersama teman-temannya....

Rabu, Juni 11, 2008

Kisah 3 Buah HP

Sabtu tanggal 7 Juni 2008, keponakan kami, David merayakan Ultahnya yang ke-9.

Wah Fara dan Fira senang sekali.. diajak main Bowling....di EX.

Ini kali pertama mereka main bowling... jadi sepertinya mereka lupa waktu...

Selesai bermain kita makan siang (sebenarnya sih bukan makan siang tapi makan sore) karena udah ampir jam 3.

Kami semua membawa hadiah buat David. Dan ternyata, selain memberi hadiah ke David, kembaranku juga membeli hadiah buat Fara dan Fira, yaitu telpon mainan yang jumlahnya 3 (tiga) buah...

Kenapa tiga buah?

Karena satu set emang ada 3..he..he..he..

Nah berhubung kelebihan satu buah, saudara kembar saya bilang ke Fara, "Nanti yang satunya dikasih ke Farsya ya..." (sepupu Fara yang seumuran dia).

Selama acara dan jalan-jalan mereka senang sekali main game di HP-HP an itu. Bahkan dalam hitungan menit, Fara udah jago... tidak ada yang bisa ngalahin dia...Sampai sepupunya David yang udah 9 tahun bilang, "Aku juga kalau masih kecil (seperti Fara) pasti menang!"... he..he.he.. syirik kali ye...














Fara-Fira asyik main game di HP mainan di musholla Plaza Indonesia.

Sore hari Farsya mampir sebentar ke rumah bersama Abi dan Ummanya. Langsung saja saya suruh Fara memberi HP itu ke Farsya...

Tapi ternyata Fara tidak mau, ketika HP saya berikan ke Farsya, dia mulai marah dan menangis.

Saya tanya dan berikan HP hijau Farsya ke Fara, "Kakak mau tukar HP-nya dengan yang warna Hijau ini?"

Dia jawab, "Nggaaaaaaak!!!!!" (duh kenceng banget!)

Dengan sangat terpaksa, saya ambil HP hijau tersebut dari tangan Fara untuk saya kembalikan ke Farsya...

Tidak dinyana... Fara mulai menjerit... dan Abi dan Umma Farsya mulai tidak enak, mereka menyuruh Farsya segera mengembalikan HP tersebut.

Tapi saya kekeh ke Abi dan Umma kalau HP tersebut tetap harus dikasih ke Farsya. Saya bilang Fara harus belajar "Menjalankan Amanah".

Saya bilang pada Fara, "Ini kan pesan dari Auntie Rini, HP ini untuk Farsya, kita harus ngasih ke Farsya.."

Fara malah tambah menjerit dan menangis...(Wah... malu deh ama tetangga, mana nangisnya di teras lagi)

Sayapun memantapkan hati, ini saatnya Fara belajar. Saya harus TEGA. Fara harus mengambil pelajaran hidup...

Saya abaikan saja dia menangis sampai puas...

=====

Keesokan harinya, ketika Fara mulai tenang dan ceria, saya ajak ngobrol santai.

"Kakak kok tidak mau kasih HPnya ke Farsya, sih? Itu kan sudah pesan Auntie Rini"

"Kalau kita dikasih amanah atau pesan oleh orang lain, kita harus melaksanakannya Kak...

Walaupun kakak suka, tetap harus kita kasih ke Farsya, ntar hidup nggak berkah lho Kak...karena kita tidak amanah"

Fara-pun menjawab :

"Tapi kakak pengen kasih HP-nya ke Najwa"

Saya bilang, "Lho, kan Auntie bilangnya, HP itu buat Farsya"

Fara pun menambahkan "Kemarin kakak udah bilang ke Auntie, tapi Auntie tidak dengar"

Ooh, gitu.. lain kali kalau Auntie tidak dengar, kakak harus ngomong lebih keras lagi yah!"

"Kalau gini kan, kakak yang rugi..."

"Iya...bunda...."

"Kemarin kakak juga gitu Bunda. Di sekolah, Kakak bilang ama bu Guru, kakak mau pipis, tapi Bu Guru nggak dengar, Bu Guru malah bilang, ayo cepat.. cepat... kakak harus latihan nari!... Eh... kakak jadinya ngompol BUnda!!!"

Hahhh???

"Iya..iya.. makanya lain kali kalau kita ngomong tidak kedengaran, kita harus ngomong lebih keras yah... biar mereka dengar"
"Iya bunda..."

=====

Alhamdulillah, tidak terasa sudah 2 pelajaran telah dipelajari oleh Kakak, bahwa amanah orang itu harus dijalankan, walaupun pahit. dan pelajaran kedua, bahwa ketika berkomunikasi, kakak harus yakin orang yang diajak ngomong tersebut dapat mendengar dan mengerti maksud kita.

Semoga kakak jadi anak yang amanah...Amin..

Minggu, Maret 02, 2008

Belajar Kecewa

Minggu adalah hari yang ditunggu-tunggu buah hati kami...
Inilah saatnya mereka bisa bercengkerama dengan kami... dan saat nya keluar dari rumah untuk berjalan-jalan bersama-sama...
Biasanya malam hari sebelum tidur si Kakak (Fara) akan bertanya,

“Ayah-bunda, besok kalau aku bangun begini, aku ke sekolah tidak?”

“Tidak sayang, besok hari Minggu, ayah, bunda dan kakak Libur!, Ayah-bunda tidak ke kantor, dan kakak juga tidak sekolah”.....jawab kami.

“Asyiiiik..” jeritnya, dan kakakpun tertidur pulas dengan senyum di bibirnya....menanti minggu yang kami janjikan.

Minggu pagi ini kami janji mengajak Kakak dan Dede main ke Time Zone.
Pagi sekali kakak sudah bangun, sudah mandi dan segera mengenakan baju pergi pink kesukaannya..
Kami-pun bergegas makan pagi bersama, sementara kakak dan dede sabar menunggu di ruang TV.


Namun tanpa terduga, hujan turun dengan derasnya....
Kamipun merasa gundah.. AC mobil sedang rusak! Repot sekali kalau kita harus pergi ketika sedang hujan.
Aduh.. sedih rasanya membayangkan kecewanya Kakak tidak jadi main ke Time Zone.

Sebagai orang tua kami menyadari inilah saatnya kakak belajar kecewa.
Kelak dia akan menghadapi situasi seperti ini berulang kali. Kehidupan ini seringkali berjalan tidak sesuai rencana, kakak harus belajar untuk tidak memaksakan kehendaknya.

Kemudian kamipun memanggil kakak ke ruang makan
“Kakaaaak sini deh...”
“Ada apa bunda?”
“Kakak liat tidak di luar itu apa?”
“Ooh..hujan bunda!”
“Kalau hujan begini, repot ya Kak ke Time Zone-nya?”

“Wah, repot bunda...”

“Hmmm... kalau gitu ke Time Zone-nya lain kali aza yah... kalau tidak hujan”
Agak lama kakak terdiam... dia sedang berpikir keras dan kami tau ada raut kekecewaan di wajahnya.

Selang beberapa menit kemudian, kakakpun berujar,
“Lain kali aza deh Ayah-Bunda...” Kakakpun berlari kecil ke ruang TV untuk bermain kembali bersama adiknya..

Well Friends, selama ini tanpa sadar kita sering memaksakan kehendak kita kepada anak-anak. Ketika situasi memaksa kita merubah rencana, kita sering berbicara kepada anak-anak seperti seorang diktator. Kita lupa bahwa mereka juga ‘dapat’ melihat dan berpikir seperti kita.

Alhamdulillah, satu pelajaran telah kami ajarkan kepada Kakak. Semoga kakak dapat menjadi anak yang sabar dan mengerti bahwa kecewa hanyalah salah satu rasa untuk melatih kesabaran.... insya Allah.

Rabu, Desember 12, 2007

Fara dan Eeknya yang bikin heboh

Ceritanya hari Sabtu (sekitar tahun 2005) anak-anak Play Group dan TK Blossom mau outbound ke Ragunan.
Nah si Fara karena udah semangat 45 ikut outbound..... tidak mau maem lagi. Maunya cuman cepet-cepet berangkat.
Aku bilang sama Fara, "kalau kakak tidak makan, Bunda tidak mau pergi".
Akhirnya Fara hanya maem beberapa sendok dan mukanya ditekuk cemberut melulu.
Setelah cukup lama nungguin dia maem dan ngambek, kita berangkat ke sekolah. Alhasil kita ketinggalan Bis Sekolah...

Untungnya ada mobil yang sengaja disediakan untuk yang telat.
Nah didalam mobil temannya itu.... karena perutnya Fara kosong, mulai deh angin dalam perut Fara bergerilya...
Kemudian tiba-tiba Fara jongkok di mobil ....
Aku tanya "Kakak ngapain jongkok di mobil ?"
Lalu dengan polosnya dia bilang "Bunda, lepasin sepatu dong... kakak pengen bobok di kursi (sambil megangin perutnya)"
Wah aku udah nyium gelagat nggak bener nih. Pasti dia mules..... pengen (maaf) eek...

Bener aza deh.... yang punya mobil tiba-tiba teriak..... "ADUH bau kentut nih!"
Dan baby sitternya langsung buka jendela dan ngeluarin kepalanya keluar.....
Kacau deh, itu kentut super BAUUU.....
Akhirnya dengan tidak enak hati, aku minta diturunin di pinggir jalan.... mau numpang pup ke Rumah Makan.

Nah di Rumah MAkan, kekacauan terjadi lagi.....
Kamar mandinya dipakai pegawai rumah makan... super lamaaaa sekali (ampe 15 menit).
Dan si Fara udah muter-muter kaya cacing kepanasan, sementara aku takut itu 'eek' keluar!

Berapa kali aku ketuk itu pintu kamar mandi. Tapi jawaban yang aku dapet bikin dunia serasa kiamat....dengan santainya orang di kamar mandi teriak
"Ntar dulu dong...WCnya MAMPET nih!!"
Bayangin ngga friends... aku binungnya setengah mampus.
Pas giliran kita masuk kamar mandi, bener aza, itu WC udah ditutup kardus....
Yah akhirnya... satu-satunya cara, Fara aku suruh pup di lobang air. Aku pikir khan lagi masuk angin.... paling m**cr*t.... he...he...

Yah begitu lah Mom Hebohnya Fara dan Eeknya----
Akhir cerita... kami terlambat ke outbound dan Fara udah ngga mood lagi....
Dasar Anak..... ;-) Sabar....sabar....sabar

Jumat, November 30, 2007

Buat bulu mata lentik.....



Alkisah, ketika jalan-jalan ke Pasaraya Manggarai, aku ketemu seorang gadis yang bulu matanya super lebat dan lentik. Karena penasarannya, aku coba memberanikan diri bertanya kepadanya "Mba, maaf ya, itu bulu matanya asli atau pakai maskara ?"
Dan diapun menjawab, "Asli Bu"...
Subhanallah.... indah sekali. "Bagaimana caranya bisa seperti itu?"
Dengan berbaik hati, dia bercerita kalau setiap pagi, dengan ludah basi, ibunya rajin melentikkan bulu matanya... sampai ia berumur 5-6 tahun.

Hmm... menarik juga ya.
Ah, aku jadi ingin mempraktekkannya kepada anakku kelak...

Dan walhasil, Alhamdulillah, sekarang Fara bulu matanya lentik dan tebal....

Dan tentu dengan senang hati, akupun ikhlas berbagi rahasia itu.....

Oh ya, bukan hanya dengan ludah basi ya... tapi juga dengan rajin memotong sedikiit ujung nya sedikitnya setiap 3 bulan sekali....

Rabu, November 28, 2007

Belajar Bobok Tdk pake Diapers


De Fira sudah 2 tahun lewat... kayaknya sih sudah saatnya yah buah berhenti bobok pake diapers..... Lumayan kan duitnya buat ditabung....

Dulu waktu Fara belajar bobok tidak pake diapers.... kami pusingnya 7 keliling.... hampir setiap hari nyuci seprei king size!!!... hitung-hitung, uang diapers kok sama ya ama uang dry clean seprei...??? Kapan nghematnya??

Nah untuk De Fira kami punya taktik jitu mengurangi biaya dry clean sprei....

Kami beli alas tidur dari karet asli (bukan terpal lhoo...) yang adem (kayak yang dipakai di RS Hermina Jtngr)... Kami beli di Gunung Sahari, nggak mahal kok..... Kemudian kami taruh kain bedong besar, atau jarit, atau sarung yang ditaruh di atas terpal tersebut...

Biar kainnya tidak kabur-kabur kami clip, pake clipper hitam yang ada penjepitnya..(yang biasanya dipake di kantor...) ... Kemudian tidurin deh De Fira di situ..... Alhasil, kalau kena pipis-pun, yang dicuci cuman kain kecil tersebut... sepreinya akan tetap kering...

Tapi hati-hati ya... kalau bisa kainnya menutup sampai ke bantal (atau tidak kena badan)... Hal ini untuk menghindari biang keringat.. atau badan langsung kena ke karet.... Lebih baik lagi kalau punya pillow-top yang washable...

Oh ya... back to belajar tidak pake diapers :

Pertama, usahakan anak untuk pipis sebelum tidur..

Kedua, anak sudah bisa menahan pipisnya ketika tidak bobok, artinya udah ngerti pipis di WC di siang hari.

Ketiga, kalau anak ngompol, kami usahakan tidak memarahinya... tapi memberi support ke De Fira kalau Dede lagi belajar, dan pasti bisa tidak ngompol.. (anak-anak malah mudah ngompol lho kalau stress kita marahin....). Coba deh untuk membuat mereka agar tidak tertekan tapi justru semangat untuk berhasil.... Emang sebel sih, kalau malam-malam lagi bobok enak-enak, tiba-tiba harus bersihin ompolan.... tapi ya emang udah itu tugas kita sebagai orang tua, justru disinilah kita diuji kesabarannya dalam menahan emosi dan membimbing anak menjadi orang yang selalu berusaha untuk berhasil......