Sabtu, Januari 26, 2008
Saya belum diludahin....
Beberapa tahun yang lalu, saya mempunyai seorang atasan yang sangat berwibawa, berkharisma, tegas tetapi mempunyai jiwa kekeluargaan...
Kharisma beliau begitu terasa, sehingga kami bertekuk lutut ketika berhadapan dengannya...
Kata-katanya tajam dan langsung kena sasaran... benar-benar seorang pemimpin yang berwibawa...
Rekanannya sangat sangat banyak, suaminya bekas menteri dan diapun seorang pemimpin yang sangat disegani...
Sangat beruntung orang yang dapat berbicara 'rileks' kepadanya... dan itupun hanya orang-orang pilihannya...
Kejadian ini terjadi sekitar tahun 2004-2005...
Kala itu kantor kami akan kedatangan rombongan tamu untuk menemui beliau. Sudah sewajarnya kami menyediakan santapan siang untuk sang tamu.
Boss kamipun menelepon, agar kami menyediakan makanan kegemarannya. Nasi hainam dari authentic Chinese Restaurant di kawasan Harmoni..
Astaghfirullah... saya yakin sekali kalau nasi hainam tersebut mengandung lemak babi, karena saya pernah mencobanya dan tersadar kalau makanan tersebut diberi lemak babi.
Tanpa buang waktu saya telepon rumah makan tersebut, dan mendapat kepastian bahwa nasi tersebut memang mempergunakan minyak babi untuk menjaga cita rasa.
Ahh... galau rasanya hati ini...
Saya yang bertanggung jawab melakukan pembayaran makanan tersebut menjadi bimbang tiada kepalang. Bagaiman tidak ? rombongan tamu kami ini adalah orang-orang muslim, bapaknya telah berhaji dan wanitanya berjilbab.
Saya coba minta tolong rekan-rekan senior untuk menyampaikannya ke boss kami. Tapi apa daya.. tidak ada satupun yang berani....'bunuh diri'... !
Bayangkan, bagaimana marahnya beliau kalau keinginannya tidak kami penuhi...
Pilihan terakhir, saya mohon bantuan ke orang kepercayaannya...orang yang cukup dekat dengan beliau... tetapi... aah ia-pun tak punya nyali untuk mengutarakannya....
Tanpa terasa jam terus berputar semakin sedikit waktu yang tersisa, semakin galau hati ini...
saya HARUS menyelamatkan rombongan tersebut...
saya HARUS berani menegakkan kebenaran/islam
saya HARUS menanggung resikonya, apapun yang terjadi...
Maka, sayapun memberitahukannya kepada beliau... (tidak perlu saya cerita kan ya cara memberitahunya...)
Benar saja beliau MARAH besar... kalau saya gambarkan... murka, kali ya??
====
Hari-hari selanjutnya, saya menjadi bawahan yang tidak disenanginya..
Dari seringnya diberi souvenir bagus-bagus kalau beliau ke luar kota atau ke luar negeri, menjadi 'tidak ada apa-apa'nya...
3 bulan lebih lamanya saya tidak ditegur, tidak disalami, tidak di sms....
Kecut hati ini...
Tapi nasehat suami, menaikkan semangat dalam menegakkan islam...
Beliau mengingatkan, bahwa perjuangan kita tidak seberapa dibandingkan dengan perjuangan Rasulullah... Kita belum di LUDAHIN.... seperti yang dialami Rasulullah...
Subhanallah, sejuk sekali mendengar nasehat tersebut...
Hari demi hari-pun ku jalani dengan enteng...
====
Tanpa terasa awal tahun 2006 telah tiba..
Tidak disangka sang Boss telah muncul di kantor pada tanggal 2 Jan 2006. Padahal biasanya beliau baru hadir beberapa hari kemudian...
Ada apa ya??
Beliau keliatannya sangat serius mengadakan rapat dengan direktur lainnya...
====
Rapat Direksi-pun telah selesai.. saya berlari kencang mengejar Boss... (karena saya belum mengucapkan Selamat Tahun Baru kepada Beliau...!.. Beliau orang yang sangat hafal dengan hal-hal sepele seperti ini, dan sangat hafal siapa saja yang menyepelekan hal-hal tersebut...)
Kusalami tangannya, dan kamipun saling cium pipi...
Kata-katanya kemudian adalah "Mohon Maaf Lahir Batin ya Yun...?"
Lho.. saya pun terbengong-bengong, Ibu tidak salah nih, bukankah mestinya "Selamat Tahun Baru?"
Aah... tapi saya tidak mau ambil pusing.. saya katakan saja "Selamat Tahun Baru Bu"
Kemudian beliaupun berjalan ke pintu keluar...
Tapi, segera berbalik arah lagi ke diriku yang masih terbengong-bengong...
Dia belai jilbab Pink Mudaku dengan lembuuuut sekali dan berkata "Kamu cantik deh Yun pake jilbab ini.."
Dan saya hanya dapat berkata "Ibu juga cantik pake baju itu"...
====
Pagi 3 Jan 2005, jam masih menunjukkan pukul 8 pagi, tapi kantor kami telah gempar.. Ibu ditemukan meninggal tertidur di kamarnya....
Inna lillah wa inna ilaihi roo'jiuun...
Tanpa terasa air mata ini menetes membasahi pipi...
Indah sekali perpisahan yang ia berikan...
Permohonan maafnya kemarin, pastilah dari lubuk yang terdalam.
Tidak dibuat-buat.. dan dengan hati ikhlaspun, kumaafkan rasa benci beliau kepadaku...
Selamat jalan Ibu.. maafkan kesalahan hamba...
Terima Kasih Ibu.. Ibu telah menjadi jalan bagi saya untuk lebih kuat dalam menegakkan islam... Amin
Kupersembahkan tulisan ini untuk Ibu yang sangat saya cintai, yang telah banyak memberi inspirasi dan membimbing saya dalam berkarya : In Memoriam Ibu Krisni Murti Marsillam Simanjuntak...
Senin, Januari 14, 2008
Buah dari Akhlakul Karimah....
Gajah mati meninggalkan gading
Manusia mati meninggalkan nama
Puisi tersebut sangat sesuai dengan apa yang akan kami ceritakan di bawah ini :
Bapak kami meninggal mendadak di tahun 2005, tepat 6 hari setelah kelahiran anak kami yang kedua…Kepergiannya sangat mengagetkan kami…. Beliau dipanggil Yang Maha Kuasa di pagi hari ketika sedang makan pagi dan bersendau gurau dengan saudara kami….
Tidak ada kata-kata pesan kepada kami….
Tetapi friends ada satu nasehat yang selalu ia ingatkan kepada kami untuk terus mengamalkannya….yaitu : KEJUJURAN.
Nasehat beliau yang tetap kami kenang adalah :
“Di dunia ini gampang mencari orang yang pintar, tetapi SULIT mencari orang jujur”
Memang benar, Bapak sangat menghormati dan menghargai orang yang jujur. Dan kami yakin ia termasuk sedikit orang jujur yang masih dapat kita ditemui di jaman seperti ini…..
Beberapa bulan yang lalu saudara kami tanpa sengaja berkawan dengan teman kantornya yang ternyata adalah anak dari salah satu teman Bapak kami…
Selidik punya selidik, sang anak kemudian bertanya kepada ayahnya, kenalkah beliau dengan Bapak kami….???
Jawabannya membuat kami merinding dan air mata ini mengalir mengenangnya….
Sang Ayah berkata, Bapak kami adalah seseorang yang sangat disiplin dalam bekerja, ia tidak pernah keluyuran malam ketika dinas. Ketika teman-temannya sibuk mencari makan malam, ia justru hanya duduk di tempat tidur hotel di depan Televisi menyelesaikan laporan hari itu, dan masih banyak lagi hal lainnya yang diceritakan oleh Ayahnya kepada teman saudara kami tersebut….
Terakhir Ayahnya berkata, “karena kebaikan dan kejujurannya itu, maka setiap sholat saya berusaha mendoakannya… tanpa lupa menyebutkan namanya, yaitu Pariman Herriman bin Rusmin Martosentono…”.
Allahu Akbar….tidak pernah dalam hidup ini, seseorang menyebutkan nama Bapak kami selengkap itu….
Coba rekan-rekan renungkan, pernahkah rekan-rekan dalam hidup ini mengingat/menghafal nama ayah dari teman-teman kita??
Subhanallah, pastilah Ayah teman saudara kami tersebut benar-benar menghafal nama Bapak kami untuk agar dapat mendoakannya……
Akhir kata, benarlah apa yang dilantunkan orang dalam puisi di atas :
Harimau mati meninggalkan belang
Gajah mati meninggalkan gading
Kamis, Januari 03, 2008
Jangan bagikan KUPON Qurban..
Friends, kali ini kami akan berbagi sedikit pengalaman dan hikmah dari ritual pemotongan dan pembagian daging Qurban yang kami lakukan saat Idul Adha kemarin....
Sudah tradisi di keluarga suami, pemotongan hewan qurban dilakukan sendiri di rumah bersama-sama keluarga besar...
Kedengarannya menyeramkan ya???
Yah... begitulah kira-kira pandangan saya ketika pertama kali mengalaminya...
Tapi taukah friends, ternyata banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang dapat kita ambil dari tradisi tersebut...
Diawali dari pemilihan hewan qurban, kami dianjurkan untuk turun langsung melihat dan memeriksa kesehatan hewan yang akan kami potong. Mau tidak mau, ilmu mengenai hewan layak qurbanpun harus kami ketahui.
Lalu bagaimana dengan pembagiannya?
Ternyata Alm. Abah sangat tidak setuju dengan konsep pembagian kupon....
Menurut beliau, dengan pembagian kupon tersebut, para mustahik (orang yang berhak menerima) diposisikan di'bawah' kita. Mereka juga harus menunggu dan antre yang kadang-kadang bisa menghabiskan waktu berjam-jam... Belum lagi kalau kericuhan terjadi di antara para mustahik yang saling berebut....
Alm. Abah menyuruh anak-anak untuk membagikannya langsung ke rumah-rumah para mustahik!
Memang melelahkan...... tapi ternyata makna dari kegiatan tersebut sangat dalam...

QS Al Hujurat : 13 "Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
Sadarkah kita, di dunia yang serba modern dan cepat ini, kita semakin jarang berinteraksi dengan warga sekitar?....
Saudara-saudara sedang memotong-motong dan menimbang daging qurban untuk dibagikan.
Nah sekarang coba kita renungkan, seandainya... mesjid-mesjid, RT/RW ataupun instansi yang melakukan qurban mendata warganya yang miskin atau berhak ... kemudian mengantarkannya langsung ke rumah mereka... insya Allah kericuhan di atas dapat dihindarkan........
Ini juga berarti silahturrahiim antar warga baik miskin dan kaya semakin terbina dengan baik.... Insya Allah...
Senin, Desember 24, 2007
Warung Betawi
Warung ini terletak di ujung jalan kenanga, ampera.
Jelas banget ya betawinya. nasi uduk AME gado2 betawi....
Kamis, Desember 20, 2007
Qurban Terbaik
Oleh Jojo Wahyudi
Kuhentikan mobil tepat di ujung kandang tempat berjualan hewan Qurban. Saat pintu mobil kubuka, bau tak sedap memenuhi rongga hidungku, dengan spontan aku menutupnya dengan saputangan.
Yang sanggup membeli rumah di kawasan cukup bergengsi.
Yang sanggup membeli kendaraan roda empat yang harga ban-nya saja cukup membeli seekor kambing Mega Super
Yang sanggup mengkoleksi "raket" hanya untuk olah-raga seminggu sekali
Rabu, Desember 19, 2007
Idul Adha 19 atau 20 Des?
Begitulah contoh pertanyaan yg kerap muncul ketika kita akan melakukan sholat Idul Adha..
Banyak sahabat yang mem'pasrahkan'nya kepada keputusan pemerintah, ada sebagian yang mengikuti ormas islam yang dipercayainya...
Tapi sadarkah kita bahwa ibadah kita semata-mata berdasarkan Al Qur'an dan Al Hadist?
Inilah yang menjadi landasan kami dalam memutuskan merayakan Idul Adha pada tanggal 19 Desember 2007, bukan tanggal 20 berdasarkan keputusan Pemerintah...
Ketika kami memutuskan untuk sholat tanggal 19, ada sahabat bahkan yang bertanya, "aliran mana tuh?"... atau ada yang lebih lucu lagi "Wah... nggak lucu dong, abis sholat langsung ngantor...? Nggak libur"
Kloter 2 sholat Ied bersiap-siap masuk gedung Dewan Dakwah Islam - Jakarta
Friends, untuk itu kami mencoba berbagi sedikit ilmu yang kami dapat agar ibadah kita insya Allah dirahmati Allah SWT...
Ulasan dibawah ini merupakan forward-forwardan dari berbagai sumber, sehingga maaf saya tidak dapat menuliskan sumbernya.
Kapan Shalat Iedul Adha?
Muhammad Syamlan, Lc.Pimpinan Lembaga Da'wah dan Ilmu Pengetahuan Islam Ma'had RabbaniBengkulu Sekum MUI Prop. Bengkulu, "setelah perbedaan penentuan Idul Fitri dua bulan lalu, kini kita kembali "dibingungkan" dengan penentuan Idul Adlha.
Ada fihak yang menentukan hari Rabu, bertepatan dengan tanggal 19 Desember dan ada fihak yang menetapkan baru besoknya, yaitu hari Kamis 20 Desember.
Barangkali ada yang sampai tak habis pikir, bagaimana ini bisa terjadi?
'Idul Fithri berbeda, Idul Adlha juga berbeda! Dalam soal penentuan Idul Fithri, barangkali masih punya dalil yang bisa diterima untuk berbeda karena perhitungan-perhitungan matla' antar wilayah yang bisa berbeda di samping pedoman hisab dan rukyah yang sulit dipertemukan, meskipun jelas menurut jumhurul ulama (selain madzab Syafi'i) ummat Islam sedunia hendaknya marayakan Idul Fithri pada hari yang sama. (Lihat Alfiqhul Islami waadillatuh, Wahbah Zuhaili).
Tapi dalam persoalan penentuan 'Idul Adlha ini ada pedoman yang seharusnya menjadikannya sangat jelas yaitu rangkaian ibadah haji yang diikuti oleh seluruh jama'ah dari berbagai penjuru dunia tanpa ada perselisihan di antara mereka, khususnya dalam menetapkan kapan Wuquf di Arafah dan hari penyembilihan kurban (yaumun nahr).
"Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengedarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh." (Al-Haj:27).
Perlu dimaklumi bersama bahwa pelaksanaan Shalat 'Idul Adha adalah dilakukan pada hari "Nahr" yaitu pada saat jama'ah haji melakukan penyembelihan hewan qurban di Mina pada tanggal 10 Dzulhijjah, sepulang dari 'Arafah.
Hal ini sesuai dengan hadits Nabi yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari 'Aisyah ra. bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:
"Hari ('Idul) Fithr kamu adalah pada hari kamu berbuka (selesai Ramadhan), dan hari ('idul) Adlha kamu adalah saat kamu menyembelih hewan qurban, dan hari (wukuf di) 'Arafah kamu pada hari yang kamu ketahui."
Penjelasan Nabi ini bersifat umum; mengenai semua orang yang hidup di zaman beliau maupun setelahnya, juga semua ummat Islam yang berada di tempat manasik haji maupun di daerah lain.
Sedang puasa 'arafah yaitu sehari sebelum hari raya, sudah barang tentu bertepatan dengan jam'ah haji sedang wukuf di Arafah. Oleh karena itu, puasa arafah ini hanya sunnah bagi yang tidak sedang haji, adapun bagi yang sedang haji, pada hari 'arafah mereka wukuf di 'arafah, mereka justru tak boleh berpuasa.
Imam Abu Dawud dan Ibnu Majah meriwayat dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah melarang berpuasa pada hari 'Arafah di 'Arafah.
Puasa 'arafah disunnahkan bagi yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, hikmahnya sangat jelas, yaitu agar kita seakan turut serta merasakan suasana wukuf di 'arafah itu.
Dengan demikian, di zaman yang sangat canggih seperti ini, di mana jadwal dan kegiatan jama'ah haji di Makkah sana bisa kita ikuti beritanya setiap saat bahkan setiap detik, maka adalah suatu kenaifan bila kita dalam menentukan puasa arafah dan juga Idul Adlha punya jadwal sendiri, seakan tak ada kaitan dan tak mau tahu dengan pelaksanaan ibadah haji oleh kaum muslimin yang sedang berlangsung.
Dengan memperhatikan jadwal pelaksanaan ibadah haji tahun ini, yang dengan jelas telah diumumkan bahwa wuquf di arafah adalah jatuh pada hari Selasa bertepatan dengan tanggal 18 Desember dan hari raya 'Idul Adlha adalah jatuh pada hari Rabu bertepatan dengan tanggal 19 Desember, maka bila kita berhari haya pada hari Kamis, 20 Desember, berarti kita telah lewat sehari.
Dan lebih tidak sinkron lagi, ketika kemarennya (hari Rabu) kita berpuasa 'Arafah mereka sudah selesai wukuf di 'Arafah dan melakukan penyembelihan hewan kurban di Mina.
Maka yang tepat dengan tata-turutan pelaksanaan ibadah haji yang sekarang sedang berlangsung adalah, kita berpuasa arafah pada hari Selasa ketika mereka (haji) benar-benar sedang wukuf di 'Arafah, dan melakukan shalat Idul Adlha dan memotong hewan korban besoknya karena pada hari itulah yang disebut sebagai hari nahr yang artinya penyembelihan.
Dan pemotongan hewan korban dapat dilanjutkan pada tiga hari setelah itu, yang dikenal dengan hari-hari tasyriq.
Pada Hari raya dan 3 hari tasyriq itu kita tidak boleh berpuasa.
Dari Abi Hurairah, bahwa Rasulullah SAW mengutus Abdullah bin Hudzaifah berkeliling Mina (agar mengumumkan),
"Janganlah kalian puasa pada hari-hari ini (yaumun nahr dan 3 hari tasyriq berikutnya), karena ini adalah hari-hari makan dan minum dan dzikir kepada Allah." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).
Dengan penjelasan ini, penulis berharap, kita tak bisa lagi "dibingungkan" dengan adanya dua pengumuman; kapan seharusnya kita shalat Idul Adlha, termasuk puasa 'arafah, ikut yang pertama atau ikut yang kedua?
Kini persoalan sudah sangat jelas, karena pelaksanaan ibadah haji yang dilakukan oleh saudara-saudara kita bisa kita saksikan langsung.
Sekarang problematika memang sangat komplek, itu semua menguji kita agar kita tetap berani memilih pilihan yang jelas-jelas tepat, meskipun kadang tampak melawan arus.
Nah, masihkah ada yang bingung untuk memilih kapan idul Adlha?
Wallahu a'lam.
Catatan: artikel di edit berdasarkan tanggal aktual saat ini (Azhari)
Senin, Desember 17, 2007
Pelajaran dari Aa Gym

Selamat Datang ala BETAWI
Berhubung suami itu Orang Jakarta asli (BETAWI), maka ucapan selamat datang dari keluarga, juga ala betawi dong....
"ENTE DATENG ANE GIRANG"...he...he..he..
Bajaj sekelas Mercy
Rabu, Desember 12, 2007
Hadiah Ultah Pernikahan yang tak ternilai
Tanggal 5 Mei 2007 adalah hari pernikahan kami yang ke-lima…
Tidak terasa udah punya dua anak dan sudah banyak pelajaran yang kita ambil….
Rumus-rumus Rumah Tangga telah kami ciptakan dan kami coba aplikasikan….
Ternyata komitmen pasanganlah yang paling banyak berperan dalam menciptakan kebahagiaan itu….
Kami rasa dengan rumus yang macem-macem tapi tanpa komitmen dari masing-masing pihak maka rumah tangga yang harmonis itu pasti sulit diraih….
Rasanya kami sangat bahagia dengan komitmen kami masing-masing…..
Dan satu kebahagiaan yang paling saya nikmati dan syukuri adalah Menikmati hari Minggu sore dirumah bersama suami dan anak-anak dan kemudian sholat Maghrib berjamaah….
Simple ya??? ….
Tapi kebahagiaan itu tidak dapat saya ucapkan dengan kata-kata…..
Begitu meresap di hati……
Dan untuk anniversary ke lima ini…. Kami tidak membudgetkan apa-apa untuk merayakannya….Kami hanya mengajak anak-anak bersenang-senang di Amazone Mal Artha Gading….
Tapi Allah Maha Pengasih…. Kami diberikan hadiah yang benar-benar kami syukuri dan tidak kami sangka-sangka….
Malam hari sebelum tanggal 5 Mei itu, anak kami Fara (4 tahun) tiba-tiba merengek minta tidur di kamarnya.
Kami memang telah menyediakan kamar buat dia, tapi ya kok susah banget ya ngerayu dia untuk tidur disitu……
Kami harus tidur numplek di kasur King Size dengan 2 anak, 4 bantal dan 4 guling….Fyiuuuh sumpek dan sakit tulang kalau bangun….
Malam itu dia benar-benar minta tidur di kamarnya….
Begitu pula dengan adiknya….
Begitu pula dengan hari-hari sesudahnya….
Tidak mau lagi tidur di kamar kami…..
Yah mulai tanggal 5 Mei itu kami menikmati ‘hadiah’ pernikahan itu…. Hadiah yang tak ternilai harganya……
Hadiah serasa pengantin baru…..Subhanallah …..
Mudah-mudah rumah tangga kami selalu bagaikan pengantin baru…. Adem ayem mesra dan bahagia……
Alhamdulillahirrobbil alamin….
Fara dan Eeknya yang bikin heboh
Untungnya ada mobil yang sengaja disediakan untuk yang telat.
Kemudian tiba-tiba Fara jongkok di mobil ....
Bener aza deh.... yang punya mobil tiba-tiba teriak..... "ADUH bau kentut nih!"
Nah di Rumah MAkan, kekacauan terjadi lagi.....
Berapa kali aku ketuk itu pintu kamar mandi. Tapi jawaban yang aku dapet bikin dunia serasa kiamat....dengan santainya orang di kamar mandi teriak
Yah begitu lah Mom Hebohnya Fara dan Eeknya----
Akhir cerita... kami terlambat ke outbound dan Fara udah ngga mood lagi....
I don't belong to here....
Sejujurnya aku penasaran banget bagaimana sih menghilangkan keragu-raguan untuk resign dari pekerjaan dan memulai menggapai mimpi.... untuk dapat bekerja di rumah sambil mendampingi anak-anak...
Nah, dari kegalauan hati inilah, aku beranikan diri meminta ke milis untuk diadakan bincang ini....
Ternyata, di sana aku ketemu banyak bundas yang juga masih nyambi ngantor dan berangan-angan berhenti kerja dan mengelola bisnis dari rumah....
Syukur alhamdulillah pembicara yang didatangkan BIB : Ibu Mira benar-benar ciri seorang pengusaha muslimah yang selalu mengingat bahwa segala sesuatu adalah dari yang di atas yaitu Allah SWT....
Dia dapat memotivasi aku bahwa ketika perasaan telah timbul bahwa I don't belong to here (office) maka itulah saatnya kita mulai berpikir untuk berhenti dan menggapai cita-cita kita...
Galilah potensi diri kita, mulailah bekerja dari hal yang menjadi kesenangan/hobby kita... Jangan takut kalau tidak ada modal, yang penting usaha.....
Mau ngutang dulu??? tidak apa-apa, asalkan kita dapat menepati janji kita untuk melunasinya....
Jangan katakan ingin berhutang tapi carilah orang (yang mau meminjamkan duitnya ke kita) dengan mengajaknya bermitra, janjikanlah bagi hasil... hal ini dapat mensejajarkan posisi kita dengan kreditur...
Pokoknya banyak sekali cerita beliau yang benar-benar membuat aku berpikir terus sampai malam hari...
Inilah titik di mana saya harus mulai SERIUS menata masa depan saya dan menggampai mimpi saya...
Saya akan mulai kembali belajar jahit, memperbaiki mesin jahit yang rusak dst dst...
Karena hanya satu mimpi saya, Dapat menemani anak-anak, memegang amanah yang dititipkan Allah sebaik mungkin dan membimbing mereka mengarungi hidup ini... selain menjadi orang yang selalu bermanfaat bagi mahkluk lainnya... Amin
Semoga terwujud cita-cita ini
Mitos VS Agama
Saya sempat kaget juga, tumben-tumbenan dia telepon pagi... biasanya masih pada di tempat tidur... bermalas-malasan setelah seminggu bekerja di kantor..
Rupanya ada kabar penting yang harus dia sampaikan. Saudara kami menelepon mengabarkan bahwa anak dia telah melahirkan anak pertamanya...
Ahh, pasti saudara kami gembira sekali mendapat kabar tersebut. Anak satu-satunya dan yang pasti cucu pertamanya...
Tapi apa yang kami dengar sangat mengangetkah... Astaghfirullah bayi tersebut hanya lahir seberat 2 kg, tidak punya telinga, sedangka kaki, tangan cacat!... Bayinya sendiri dalam keadaan sehat...
Apa gerangan yang sedang terjadi? Mengapa Allah mengujinya dengan cobaan yang sangat berat ini ?
Saya mencoba untuk mengurut-ngurut kembali kejadian yang menimpa keluarga tersebut.
Pernikahan keponakan kami tersebut sebenarnya sangat ditentang oleh orang tuanya. Mengapa??? karena calon suaminya adalah sepupu kandungnya sendiri, alias anak dari kakak istri saudara kami.
Tapi ada daya segala upaya telah dilakukan oleh orang tuanya untuk memisahkan mereka, namun mereka sepertinya sudah tidak bisa dipisahkan lagi...
Saudara kami sempat berdiskusi dengan kami menanyakan kemungkinan menikah dalam satu garis darah. Dan jawaban kami adalah, agama tidak melarang hal tersebut (hub. orang tuanya kakak beradik perempuan), tetapi tidak menganjurkan. Namun secara ilmiah, disarankan sebaiknya untuk mengecek darah dahulu, karena yang dikawatirkan adalah apabila mempunyai gen 'jelek' (riwayat sakit turunan) dikawatirkan bayinya akan mempunyai probabilita lebih besar untuk lahir dalam keadaan cacat.
Ternyata cinta mereka tidak dapat dirubah……
Dengan berpegang pada Allah SWT mereka tetap jalan. Mereka bilang semuanya Allah yang mengatur.... Saya sendiri kagum dan bangga dengan mereka…. Mereka sepertinya telah siap untuk menerima segala resiko.
Apa yang kemudian mereka lakukan adalah yang terbaik untuk si bayi, mereka segera mempersiapkan perawatan yang terbaik untuk bayi dan menjadi orang tua yang terbaik buat sang anak…apapun bentuk fisik sang anak, mereka seperti tetap tegar untuk menjalaninya…….
Di hari ke 3 ketika bayi sudah harus mulai menyerap nutrisi, semuanya terasa sulit… enzim pencernaan bayi belum siap. Setiap suster mencoba untuk memasukkan nutrisi, 100% nutrisi tersebut dikeluarkan kembali…. Dokter berkata kepada mereka bahwa kondisi bayi mungkin akan sulit, dan kritis…Mereka hanya dapat berusaha.
Minggu maghrib, ketika adik dan Ibu saya menjenguk ke sana, saya menunggu di rumah dengan harap-harap cemas…. Akankah sang bayi dapat menerima nutrisi ?
Beberapa saat menjelang maghrib, tiba-tiba suara burung ‘kematian’ terdengar… Saya bertanya kepada suami
“Yah,.. waktu aku di pancoran, setiap suara burung itu terdengar, kami cemas dan kuatir, karena biasanya akan ada berita duka cita…..”.
Semakin saya dengar suara burung itu semakin terusik hati ini, bagaimana dengan nasib sang bayi ???
Akhirnya adzan maghribpun terdengar, dan suara burung kematian semakin lama semakin menghilang…..
Kemudian suara burung tersebut digantikan oleh suara HP saya yang berdering, ,………ternyata dari adik saya….. “Inna lillahi wa inna illaihi rojiun.”…… Allah telah memberikan yang terbaik buat semuanya…"
Sang bayi telah kembali ke pemilikNya…. Dan ayah-ibu sang bayi sebagai penerima amanah telah mendapat pelajaran berharga…. Kesabaran dan ikhtiar mereka telah teruji… bahwa mereka percaya kepada kasih Allah SWT….
Akhirnya, apa yang dapat kita ambil dari hikmah kehidupan ini adalah Semua Allah SWAT yang mengatur, namun kita diberi kesempatan untuk mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik dan bijakasana....dan mengambil pelajaran darinya
Minggu, Desember 02, 2007
Air zamzam sbg obat...

Sesampainya di rumah, kami mengukur suhu tubuhnya... Alhamdulillah hanya panas sedikit (37 derajat C).
Esoknya kami daftarkan ke DSA-nya... Dan Pak Dokter bilang "Bu... coba lihat deh, ada sariawan di ujung bibirnya.." Ooh pantesan saja Fara akhir-akhir ini malas sekali kalau disuruh makan... Setiap makanan kesukaannya dikeluarkan, tetap saja tidak mau dimakan, paling hanya dipegang-pegang dan cuman dicoel sedikit.....Nah begitupun ketika kami memutuskan mengasihnya obat sariawan berbentuk gel...
Fara ngamuk! dia nggak mau minum obat atau apapun karena lidahnya sakit sekali...
Lalu kami teringat kalau air zam zam bisa sebagai salah satu obat dengan seijin Allah...
Dan kamipun memberikannya ke Fara, tapi apa daya.. itu mulut tetap dibungkam kencang... dan sepertinya sudah dikunci sama 7 buah gembok!!...
Akhirnya dengan sedikit paksaan, masuk juga itu air zam-zam ke mulut kecilnya dengan sesegukan dan tangisannya.....(Maafkan kami ya Allah...)
Ah...Kutinggalkan sementara dulu Fara untuk mandi sore, karena sebentar lagi adzan maghrib akan berkumandang....
Tiba-tiba, Subhanallah, Alhamdullillah, Allahuakbar... Sekeluarnya bunda dari kamar mandi, Fara dengan wajah cerianya minta lagi air zam-zam.... (Wah kemana itu tampang yang ditekuk merengut karena sakit???)
Benar-benar menakjubkan... hanya puji dan syukur yang dapat kami panjatkan ke hadirat Allah... Air zam-zam sebagai obat sakit dan pembuka rasa syukur akan karunia Allah.....
Jumat, November 30, 2007
Buat bulu mata lentik.....

Alkisah, ketika jalan-jalan ke Pasaraya Manggarai, aku ketemu seorang gadis yang bulu matanya super lebat dan lentik. Karena penasarannya, aku coba memberanikan diri bertanya kepadanya "Mba, maaf ya, itu bulu matanya asli atau pakai maskara ?"
Dan diapun menjawab, "Asli Bu"...
Subhanallah.... indah sekali. "Bagaimana caranya bisa seperti itu?"
Dengan berbaik hati, dia bercerita kalau setiap pagi, dengan ludah basi, ibunya rajin melentikkan bulu matanya... sampai ia berumur 5-6 tahun.
Hmm... menarik juga ya.
Ah, aku jadi ingin mempraktekkannya kepada anakku kelak...
Dan walhasil, Alhamdulillah, sekarang Fara bulu matanya lentik dan tebal....
Dan tentu dengan senang hati, akupun ikhlas berbagi rahasia itu.....
Oh ya, bukan hanya dengan ludah basi ya... tapi juga dengan rajin memotong sedikiit ujung nya sedikitnya setiap 3 bulan sekali....
Rabu, November 28, 2007
Belajar Bobok Tdk pake Diapers
De Fira sudah 2 tahun lewat... kayaknya sih sudah saatnya yah buah berhenti bobok pake diapers..... Lumayan kan duitnya buat ditabung....
Dulu waktu Fara belajar bobok tidak pake diapers.... kami pusingnya 7 keliling.... hampir setiap hari nyuci seprei king size!!!... hitung-hitung, uang diapers kok sama ya ama uang dry clean seprei...??? Kapan nghematnya??
Nah untuk De Fira kami punya taktik jitu mengurangi biaya dry clean sprei....
Kami beli alas tidur dari karet asli (bukan terpal lhoo...) yang adem (kayak yang dipakai di RS Hermina Jtngr)... Kami beli di Gunung Sahari, nggak mahal kok..... Kemudian kami taruh kain bedong besar, atau jarit, atau sarung yang ditaruh di atas terpal tersebut...
Biar kainnya tidak kabur-kabur kami clip, pake clipper hitam yang ada penjepitnya..(yang biasanya dipake di kantor...) ... Kemudian tidurin deh De Fira di situ..... Alhasil, kalau kena pipis-pun, yang dicuci cuman kain kecil tersebut... sepreinya akan tetap kering...
Tapi hati-hati ya... kalau bisa kainnya menutup sampai ke bantal (atau tidak kena badan)... Hal ini untuk menghindari biang keringat.. atau badan langsung kena ke karet.... Lebih baik lagi kalau punya pillow-top yang washable...
Oh ya... back to belajar tidak pake diapers :
Pertama, usahakan anak untuk pipis sebelum tidur..
Kedua, anak sudah bisa menahan pipisnya ketika tidak bobok, artinya udah ngerti pipis di WC di siang hari.
Ketiga, kalau anak ngompol, kami usahakan tidak memarahinya... tapi memberi support ke De Fira kalau Dede lagi belajar, dan pasti bisa tidak ngompol.. (anak-anak malah mudah ngompol lho kalau stress kita marahin....). Coba deh untuk membuat mereka agar tidak tertekan tapi justru semangat untuk berhasil.... Emang sebel sih, kalau malam-malam lagi bobok enak-enak, tiba-tiba harus bersihin ompolan.... tapi ya emang udah itu tugas kita sebagai orang tua, justru disinilah kita diuji kesabarannya dalam menahan emosi dan membimbing anak menjadi orang yang selalu berusaha untuk berhasil......
